Pembelajaran Interaktif Berbasis Multimedia Sebagai Solusi Dalam Meningkatkan Pola Pikir Kritis Siswa Di Era Global


Perkembangan jaman pada saat ini menuntut kemampuan beradaptasi bagi semua masyarakat untuk bisa bertahan dengan segala perubahanya. Tentu saja kemampuan adaptasi ini ditopang dengan keterampilan berpikir kritis. Akan tetapi kenyataan yang terjadi pada masyarakat kita adalah sebaliknya. Masyarakat kita jelas terlihat tidak mampu beradaptasi dengan keadaan sekarang ini, terbuti dengan banyaknya masyarakat yang mengangur yang disebabkan ketidak mampuan beradaptasi dengan kebutuhan lapangan kerja. Hal ini menjadi permasalahan yang serius bagi kita semua. Apakah hal ini dampak dari sistem pendidikan yang hanya menekankan pada pemahaman konsep yang tidak dihubungkan dengan masalah yang ada disekitarnya? Jika sistem pendidikan seperti ini terus berlanjut siswa tidak mempunyai keterampilan untuk beradaptasi dengan perkembangan jaman yang sangat cepat ini. Kemampu beradaptasi ini akan muncul apabila siswa dilatih untuk memecahkan berbagai masalah. untuk memecahkan suatu permasalah dibutuhkan suatu kerangka pikiran yang jelas, bermain logika, imajinatif, mencari alternatif baru dari ide lama dan tidak melihat dari satu sisi mengenai suatu permasalahan . Cara berpikir seperti ini disebut berpikir tingkat tinggi atau berpikir kritis. Dengan demikian jelas untuk menciptakan masyarakat yang dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman dibutuhkan suatu inovasi pembelajaran yang dapat menumbuhkan pola pikir kritis siswa. Inovasi pembelajaran yang dimaksud menekankan perubahan pada pola pengajaran yang hanya terpusat pada guru atau pemebelajaran konvensional, pembelajaran seperti ini hanya akan mempersempit wawasan dan kemampuan berpikir kritis para siswa. Hal ini disebabkan karena para siswa hanya mendapatkan apa yang diberikan oleh guru semata, padahal seperti yang kita ketahui kemampuan guru sangatlah terbatas. Disamping kemampuan berpikir kritis yang lemah dan wawasan yang sangat sempit para siswa juga terkesan memiliki sudut pandang yang searah dalam menanggapi suatu permasalahan sehingga mereka kurang bisa untuk menerima perbedaan. Kebiasaan para pendidik untuk selalu menerima suatu gagasan secara membabi buta tanpa memberikan kesempatan terhadap siswanya untuk memikirkan kembali gagasan tersebut adalah sebabnya. Pola pembelajaran yang seperti ini tidak mungkin bisa mencetak manusia yang mampu beradaptasi dengan baik di era Global, sudah saatnya proses pembelajaran memberikan kebebasan terhapat para siswa untuk mengembangkan pola pikir, minat dan kemampuan motoriknya secara seimbang. Sangat diharapkan pola pembelajaran seperti ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan melatih mereka untuk selalu memandang suatu permasalahan dari berbagai sisi yang berbeda. Adapun model bembelajaran yang dapat menjadi solusi peningkatan pola pikir kritis salah satunya adalah pembelajaran interaktif berbasis multimedia.
Peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran interaktif berbasis multimedia sangatlah cocok dengan Pola pikir kritis yang selalu menekankan pada pemahaman yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenal permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan, dan mengevaluasi. Pengertian ini ditegaskan lagi oleh Angelo (1995:6), “bahwa berpikir kritis harus memenuhi karakteristik kegiatan berpikir yang meliputi : analisis, sintesis, pengenalan masalah dan pemecahannya, kesimpulan, dan penilaian”. Kemampuan berpikir kritis bukanlah pola berpikir yang hanya menekankan pada pemahaman konsep semata akan tetapi menuntut kita untuk memberikan analisis, sintesis, mengenal dan memecahkanya bahkan sampai menyimpulkan suatu permasalahan. tentunya jika kita mengkaji apa yang dikemukakan Benjamin S. Bloom(1956) “tahapan domain kognitif dimulai dari Pengetahuan, Pemahaman, Aplikasi, Analisis, Sintesis dan evaluasi”. Dari uraian diatas terlihat beberapa persamaan apa yang dikemukakan oleh Bloom (taksonomi bloom) dengan proses berpikir kritis. Tentu saja jika pembelajaran interaktif berbasis multimedia dapat mengasah dan meningkatkan pola pikir kritis siswa, itu artinya Cognitive Domai (ranah kognitif ) yang dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom (1956), telah dikuasai oleh para siswa, mulai dari Pengetahuan, Pemahaman, Aplikasi, Analisis, Sintesis dan evaluasi. Dengan terus diasahnya kemampuan berpikir kritis ini bukan tidak mungkin masyarakat kita dapat bangkit dan meningkatkan kemampuan bersaing di era Global ini. Dengan kemapuan berpikir yang berdasarkan nalar yang difokuskan untuk menentukan apa yang harus diyakini dan dilakukan, serta kerangka berpikir yang menekankan pada proses analisis, sintesis, pengenalan masalah, kesimpulan, serta penilaian adalah modal terpenting yang harus dimiliki para peserta didik untuk memberikan kemampuan beradaptasi dengan baik di era Global ini.
Ketika kita berbicara tentang berpikir tentunya selalu terkait dengan pemerdayaan otak, karena proses berpikir berpusat pada kemampuan otak setiap individup. Salah satu upaya dalam proses peningkatan berpikir kritis, kita harus mengetahui kerja otak secara keseluruhan ataupun secara spesifik. Secara umum otak dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kiri dan kanan, setiap belahan ini mempunyai kemampuan yang sangat berbeda antara satu dengan yang lainya. Penelitian yang dilakukan Dr.Deni Darmawan, M.SI (2009) menunjukan bahwa otak kiri adalah otak rasional, verbal, dan non intuitif. Kemampuannya adalah menulis, berbicara, melakukan penalaran, aritmatika dan memahami sesuatu. Otak kanan adalah otak imajinatif, berpungsi untuk berpikir acak, intuitif, holistik, sintesis, perasaan, seni, kepekaan warna, kreasi,daya cipta, visualisasi, konseptor dan spiritual. Dari uraiyan diatas dapat kita visualisasikan menjadi proses terbentuknya pola pikir kritis

Gambar diatas memperlihatkan bahwa fungsi dari kedua bagian otak ini akan menimbulkan suatu kreatifitas dan pola pikir yang seimbang untuk memecahkan suatu permasalahan, jika saja fungsi dari kedua belah oak ini dapat disatukan. Jadi pada dasarnya perpaduan antara otak kanan dan otak kiri ini akan memacu pembentukan pola berpikir logis-rasional yang menjadi dasar dari berpikir kritis, untuk memadukan kedua belahan otak ini tidak mungkin bisa dilakukan dengan kebiasaan belajar saat ini yang hanya terpusat pada guru. Dari pemikiran inilah pembelajaran interaktif berbasis multimedia menjadi solusi untuk meningkatkan pola pikir kritis. Hal ini dirasa memungkinkan karena pembelajaran interaktif yang dibantu dengan stimulus multimedia seperti Audio,Visual,Text serta animasiinteraktif yang dapat memberikan stimulus yang seimbang bagi kedua belahan otak sehingga akan tercipta komukiasi yang baik antar bagian otak.
Pembelajaran interaktif berbasis multimedia akan menjadi solusi yang tepat dalam membangun dan mengasah pola pikir kritis para siswa. Stimulus-stimulus yang dapat ditimbulkan berupa Audio, Animasi, Grafik, Video, Text dapat menciptakan kondisi belajar yang kondusif, Hal ini dikarenakan Audio, Animasi, Grafik, Video, Text dapat mempasilitasi kenerja kedua belah otak. Pembelajaran interaktif berbasis multimedia memberikan suatu materi pembelajaran disertai dengan animasi yang menarik serta berbagai ilustrasi mengenai materi yang disajikan, sehingga ketika otak kiri mencerna sajian materi pelajaran yang bersifat logika dan hitungan, disaat bersamaan otak Kanapun mampuh mempermudah pemahaman karena mengolah informasi dengan ilustrasi secara visual sehingga memunculkan kretivitas belajar yang lebih baik. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Sunarno (2009) yang menyatakan bahwa, “melalui animasi dan imajinasi visual siswa dapat meningkatkan imajinasi efektif dan keterampilan kritisnya sebagai suplemen kreatif dalam belajar”. Pola penyajian pembelajaran yang terdiri dari beberapa dimensi informasi, baik berbentuk Tulisan,Gambar,Audio maupun objek tertentu, dimensi informasi tersebut sangat dibutuhkan oleh otak. Dengan begitu, otak dengan mudah melihat dan memahami informasi secara utuh dan seimbang sehingga otak dapat dengan mudah mengambil kesimpulan yang tepat. Pola berpikir kritis lebih tepat diasah dan dikembangkan dengan model pembelajaran seperti ini daripada mengunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran pola pikir kritis yang bersifat abstrak tidak mungkin dapat diatasi dengan hanya mengandalkan kemampuan guru semata, diperlukan peranan media berbentuk software yang dapat menurunkan keabstrakan suatu materi serta memberikan keleluasaan terhapat para peserta didik untuk bertindak sesuai dengan pemahaman dan kreatifitasnya, media ini disertai juga dengan gambar,suara,animasi,simulasi dan bentuk-bentuk lain yang dapat memberikan visualisasi terhadap suatu permasalan.
Dalam pembelajaran interaktif berbasis multimedia dikenal juga dengan beberapa pola pembelajaran seperti Dril, Games, Kuis, Branching(percabangan) dan sebagainya. Pola-pola seperti ini sangat menunjang dalam peroses peningkatan pola pikir kritis para siswa. Salah satu pola pembelajaran interaktif berbasis multimedia berupa brancihing. Pola ini dapat memberikan kesempatan yang leluasa untuk memilih alternatif jalur pemutusan dan penyelesaian suatu masalah dalam pembelajaran. Disini siswa ditangtang untuk memberikan alternatif jawaban dari sebuah permasalahan sesuai dengan kemampuannya, dalam proses pembelajaran mengunakan pola Branching ini setiap jawaban diberikan feedback secara langsung baik berupa reward ataupun diharuskan untuk mengula lagi, hal ini dapat memacu motivasi dan peningkatan kemampuan mereka dalam mencari alternatif jawaban. Disamping itu model pembelajaran interaktif berbasis multimedia memungkinkan siswa untuk memahami prosedur kerja suatu aplikasi tidak hanya dari aturan tertulis saja akan tetapi dari gerakan animasi yang ditampilkan. Gambar animasi ini memberikan pemahaman lebih mengenai proses kerja suatu aplikasi. Pembelajaran dengan mengunakan multimedia memungkinkan otak kanan dan otak kiri dapat saling berkomunikasi dengan baik. Dengan model ini, kedua belah otak juga saling memberi pemahaman secara utuh mengenai suatu permasalahan. Sebagai contoh ketika siswa mendengarkan pemaparan mengenai reaksi kimia dengan bantuan Audio, pada saat yang sama siswa juga melihat bagaimana proses terjadinya reaksi kimia dalam bentuk Animasi ataupun video yang menarik, sehingga siswa dengan mudah dapat memahami nya. Saat itulah terjadi perpaduan kerja otak kiri dan otak kanan. Dengan begitu siswa dapat dengan aktif menghubungkan dan membandingkan konsep-konsep yang sudah dia ketahui sebelumnya dengan pengetahuan yang baru ia dapat berupa simulasi ataupun bentuk visual dari konsep yang ia ketahu sebelumnya, dan bukan mendapatkan transfer pengetahuan langsung dari guru. Disinilah pembelajaran interaktif berbasisi multimedia berperan dalam mempasilitasi siswa untuk berpikir kritis mengenai suatu permasalahan, dengan bantuan multimedia siswa lebih banyak mendapatkan sumber belajar dan mudah dicerna oleh siswa, dikarena pembelajaran berbasisi multimedia ini dapat menyajiakan materi pembelajaran lebih kongkrit.. Hal yang telah dipaparkan diatas mengenai betapa pentingnya pembelajaran intreraktif berbasis multimedia dalam peningkatan pola pikir kritis ini dikuatkan juga oleh peryataan Ketangw-Pfisunsri (2009) “Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran multimedia interaktif secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional”.
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi kemampuan beradaptasi dengan didasari oleh keterampilan berpikir kritis menjadi mutlak diperlukan demi mendapatkan kehidupan yang layak dan bermakna di Era Global ini. Media utama untuk melatih kemampuan berpikir kritis adalah pendidikan. Tetapi dalam proses peningkatan pola pikir kritis dirasa kurang tepat jika hanya menerapkan model pembelajaran konvensional, Pembelajaran dengan model ini hanya menjadikan siswa sebagai objek pasif yang menelan mentah-mentah semua bahan pelajaran. Menjadikannya suatu kebenaran mutlak yang tidak akan tergantikan dan mencetak oran-orang yang memahami taqlid secara membabi buta. Jika model pembelajaran konvensional terus diterapkan dan menjadi kegiatan utama dalam proses pembelajaran bukan tidak mungkin mereka kelak akan menjadi orang-orang yang hanya mengekor pada satu pemahaman atau kebiasaan yang sedang berlangsung pada masyarakat. tentu saja keadaan seperti itu tidak kita inginkan. Untuk itulah model pembelajaran interaktif berbasis multimedia dirasa dapat menjadi solusi permasalahan ini. Kehadiran multimedia sebagai solusi peningkatan pola pikir kritis didasari oleh terpasilitasinya kedua belah otak sehingga siswa dapat berpikir dengan cepat dan mampu menarik kesimpulan dengan tepat. Disamping itu model pembelajaran ini memberikan kebebasan untuk mengembangkan kretifitas setiap siswa, sehingga model ini selain memfasilitasi untuk aktif berpikir juga aktif bergerak. Akan tetapi seberapa canggihnya teknologi yang digunakan tanpa kemampuan dan wawasan guru yang memadai pembelajaran tetap saja akan terasa kuno. Untuk mengajarkan berpikir kritis dengan model pembelajaran Interaktif berbasis multimedia, guru perlu memiliki wawasan yang luas. Guru harus banyak membaca dan mengikuti perkembangan teknologi. Selebihnya, guru harus mampu manjadi contoh bagi murid-muridnya sebagai pribadi yang kritis dan berkarakter kuat. Sudah waktunya pendidikan kita tidak hanya melahirkan lulusan-lulusan yang pandai menghapal, tetapi juga melahirkan pribadi-pribadi yang berkarakter kuat yang mampu bertahan di Era Global ini. Pribadi-pribadi yang akan menghiasi zaman. Bukan yang menjadi korban zamannya.

Daftar Pustaka
Darmawan,Deni. 2009, Biologi komunikasi. Bandung:Humaniora
Listiayona,Agus.(2010).Pembelajaran Karakter berbasis aspek. [online]. Tersedia:http://aguslistiyono.blogspot.com/2010/09/pembelajaran-karakter-berbasis-aspek.html
Saputra,Dewi,M.(2010).Mulltimedia pembelajaran Intrektif.[oline].Tersedia: http://tik-learning.blogspot.com/2010/01/multimedia-pembelajaran-interaktif-mpi.html
Gitu,Gini.(2009).Multimedia Sebagai Media Pembelajaran Interaktif.[online]Tersedia:http://ginigitu.wordpress.com/2009/04/21/multimedia-sebagai-media-pembelajaran-interaktif/
Uwes A.Chaeruman.(2010).Metode dan Pemanpaatan TIK.[online] Tersedia:http://www.teknologipendidikan.net/2010/07/29/metode-pembelajaran-dan-pemanfaatan-tik/
Pfisunsri ,Ketangw.(2010). Pengunaan Multimedia Dalam Pembelajaran.[online] Tersedia:http://ketangw-pfisunsri.blogspot.com/
Awandi.(2010).Menarinya Mengunakan CTL Dalam Proses Belajar Mengajar Bagi Siswa.[online] Tersedia:http://awandi12.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s