hari haram belajar


Sudah menjadi tradisi di Indonesia, hari pertama masuk sekolah menjadi hari paling haram untuk belajar. Hampir di semua jenjang pendidikan selalu memberikan kelonggaran kepada murid-muridnya untuk tidak melaksanakan kegiatan belajar, hal ini menjadi sesuatu yang sangat menyenagkan bagi siswa-siswa, dan tentunya guru-guru juga senang akan kebiasaan ini.

DSC_0119

hari pertama masuk sekolah dengan ngisep SHISHA

Foto tersebut di ambil ketika hari pertama masuk sekolah ajaran 2016-2017 tepatnya pada tanggal 18 Juli 2016, (10:00 WIB). Betapa mirisnya melihat hal tersebut yang dimana setiap orang tua meridhoi kepergian anak-anaknya untuk berangkat kesekolah dengan tujun mendapatkan pendidikan yang benar akan tetapi dinodai oleh kelonggaran sekolah.

Pendidikan adalah tolak ukur dari semua aspek kehidupan yang ada, dengan demikian jangan heran jika jika banyak menemukan para pekerja yang bolos ketika hari pertama masuk kerja setelah libur panjang. Kebiasaan tidak menghargai waktu belajar ketika hari pertama masuk sekolah akan membentuk pola prilaku yang tercermin dikemudian hari.

Kebiasaan tidak belajar di beberapa haripertama sekolah di pengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang akan di jelaskan di sini bukan dari sisi siswa, karena siswa pada dasarnya akan mengikuti kebijakan yang ditentukan sekolah. Faktor –fakto tersebut diantaranya adalah:

Faktor manajemen sekolah

Faktor management sekolah adalah faktor yang paling utama untuk memperbaiki kebiasaan tersebut. Selama ini pihak sekolah terlalu santai dalam menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Management sekolah memberikan kebijkan terhadap Tenaga pendidik dan kependidikan untuk mendapatkan jatah libur sama dengan libur siswa. Jadi ketika siswa libur para guru pun ikut libur, dan begitu juga ketika siswa masuk gurupun ikut masuk pada hari yang sama. Sehingga ketika pada hari pertama masuk sekolah semua staf guru sibuk mempersiapkan jadwal pelajaran, mengurus administrasi guru, mengurus perlengkapan dan peralatan serta fasilitas pendudkung proses pembelajaran, sehingga siswa yang menjadi korbannya. Untuk itu seharusnya sekolah membuat kebijakan untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum hari pertama  masuk sekolah, sehingga hari pertama masuk sekolah proses belajar mengajar sudah bisa dilakukan.

 Faktor kebiasaan Guru

Faktor kebiasaan menjadi faktor paling sulit untuk di rubah. Kebiasaan tidak mau mengajar pada hari pertama sudah melekat pada guru-guru di Indonesia sejak lama. Akan tetapi sesulit apapun kebiasaan tersebut harus di rubah demi masa depan pendidikan yang lebih baik. Mulai dari hari ini dan mulai dari diri kita sendiri (Sebagi guru).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s